Latest News

Tampilkan postingan dengan label Basuki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basuki. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2016

Ahok: Hidup Kita di Tangan Tuhan!

Ahok:
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Danu Damarjati/detikcom
Ahok: Hidup Kita di Tangan Tuhan!

JAKARTA - Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok mengaku mendapat informasi. Ada kelompok teroris yang mengincarnya. Lalu apa lantas Ahok takut? Tidak, Ahok pasrah pada Tuhan.

"Dapat, kita dapat, dari tahun lalu sudah dapat. Jadi masa mesti takut? Hidup kita di tangan Tuhan," jelas Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

"Lagipula kalau mati muda diizinkan Tuhan kan bagus, karena kamu enggak akan pernah tahu muka tua saya kayak apa. Kan bagus juga," tambah dia. 

Menurut Ahok, Tuhan yang menentukan nasib seseorang. Sama halnya dengan izin Tuhan dia bisa menjadi gubernur.

"Sama seperti hari ini Tuhan membawa saya menjadi gubernur untuk menolong banyak anak bisa sekolah, bisa berobat, itu juga suatu hal yang baik," tambah dia.

Apakah balai kota diperiksa setiap hari untuk memastikan bersih dari ancaman bom? "Enggak juga. Biasa-biasa saja. Lu pikir ada yang mau menyusup-menyusup begitu?" tutup Ahok.



http://www.flobamora.net/berita/8753/ahok-hidup-kita-di-tangan-tuhan.html

Senin, 18 Januari 2016

Ahok: ISIS Itu Ajaran Setan

Ahok: ISIS Itu Ajaran Setan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja menilai ajaran Islam yang sesungguhnya adalah ajaran yang penuh kedamaian. 

Karena itu, ia ingin warga di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara juga menerapkan hal yang sama. 

Ahok, sapaan Basuki, tidak ingin warga terpengaruh ajaran sesat ala kelompok teroris, salah satunya dari kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah atau yang lebih dikenal dengan ISIS. 

"Ajaran Islam rahmatan lil alamin. Kalau yang diajarkan ISIS itu ajaran setan. Tidak ada nabi mengajarkan yang seperti itu," kata dia saat acara peresmian masjid di Rusunawa Marunda, Minggu (17/1/2016). 

Menurut Ahok, saat masih kecil ia sempat mengenyam pendidikan di sekolah Islam. Sampai saat ini pun, ia mengaku memiliki banyak teman muslim, sebagian diantaranya bahkan fasih membaca dan pandai dalam tafsir Alquran. 

Dari informasi yang ia dapat, Ahok menyebut Islam tidak pernah mengajarakan untuk membenci agama lain, terutama penganut agama Kristen. 

Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Sabrina Asril
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/17/14285991/Ahok.Ajaran.ISIS.itu.Ajaran.Setan

Ahok Lepas 40 Penjaga Masjid Berangkat Umrah

Ahok Lepas 40 Penjaga Masjid Berangkat Umrah


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melepas keberangkatan umrah sebanyak 40 marbot atau penjaga masjid di ibu kota.
Keberangkatan umrah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta sejak tahun lalu. 
Dalam sambutannya, Basuki meminta agar kegiatan tersebut terus dilaksanakan.
"Harusnya tiap kelurahan seleksi siapa marbotnya yang cocok ibadah umrah ke tanah suci. Tahun depan, tiap kelurahan ada perwakilan marbut yang berangkat umrah," kata Basuki, saat melepas marbut, di Balai Kota, Jumat (18/12/2015). 
Selain itu, ia juga menginstruksikan para marbot untuk mendata lahan sekitar masjid di lingkungannya yang akan diwakafkan. Lahan itu nantinya akan dibeli Pemprov DKI dan dibangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
"Saya harap masjid di Jakarta luas dan digunakan tidak hanya untuk ibadah, tapi juga mencari ilmu. Nanti tanya sama warga sekitar ada tanah yang mau diwakafkan tidak, kami yang beli," kata Basuki.
Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta Thabroni mengatakan 40 marbot yang diberangkatkan berasal dari lima wilayah dan kabupaten. Anggarannya sebesar Rp 1,8 miliar berasal dari APBD DKI 2015.
"Cukup besar karena Pak Gubernur enggak mau yang jelek, semua harus bagus mulai dari pesawat dan fasilitas lainnya," kata Thabroni. 
Rencananya mereka akan berangkat umrah pada 22-30 Desember mendatang.

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/12/18/18294921/Ahok.Lepas.40.Penjaga.Masjid.Berangkat.Umrah?utm_source=news&utm_medium=bp&utm_campaign=related&

Ahok Tegaskan Tak Akan Pernah Takut dan Tunduk dengan Terorisme

Ahok Tegaskan Tak Akan Pernah Takut dan Tunduk dengan Terorisme


 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak takut terhadap segala bentuk terorisme. 

"Kami percaya setiap insan di Indonesia, ketika kita memegang sumpah jabatan otomatis tumbuh patriot bagi bangsa kita." 

"Sehingga saya dengan sangat yakin dan percaya, kita tidak akan pernah takut dan tunduk terhadap aksi terorisme dalam bentuk apapun, khususnya di DKI Jakarta," kata Basuki

Hal itu diungkapkannya saat menjadi inspektur apel pengamanan aparat kepolisian dan prajurit TNI, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (17/1/2016).  

Basuki juga mengatakan, pihak manapun tidak ada yang bisa meruntuhkan dasar negara, yakni Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Aksi terorisme yang terjadi pada Kamis (14/1/2016) lalu, menjadi momen agar bangsa Indonesia semakin kompak. 

"Tidak ada siapapun yang bisa runtuhkan NKRI. Sebagai manusia bisa bergesekan, tapi sebagai institusi kita adalah satu," kata Basuki.  

Basuki mengatakan, apel pengamanan antara Pemprov DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya merupakan apel rutin yang dilaksanakan pada tanggal 17 tiap bulannya.

Yang menjadi inspektur pun bergantian. Mulai dari Basuki, kemudian Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian hingga Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.
Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor: Ana Shofiana Syatiri
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/18/09394531/Ahok.Tegaskan.Tak.Akan.Pernah.Takut.dan.Tunduk.dengan.Terorisme

Ahok Janji Bangun Rusun Sekelas Apartemen bagi TNI/Polri

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin apel pengamanan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Pangkostrad Letjen Edi Rahmayadi, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (17/1/2016).

Ahok Janji Bangun Rusun Sekelas Apartemen bagi TNI/Polri


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan pembangunan rumah susun berkelas apartemen bagi para personel TNI/Polri.

Hal ini diungkapkan Basuki saat menjadi inspektur upacara pengamanan di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (17/1/2016). (Baca: Ahok: Kawasan Kumuh Disewakan untuk Kos-kosan Harus Dihabisi!)

"Tahun ini kami akan bangun 57 tower dengan 16 lantai, 35 blok dan 20.188 unit rusun sekelas apartemen. Seluruh lahan TNI/Polri akan kami bangunkan apartemen supaya Anda bisa langsung tinggal di markas dan ongkos tidak habis," kata Basuki yang langsung disambut tepuk tangan meriah ratusan prajurit yang mengikuti upacara tersebut.

Selain itu, ia menjanjikan personel TNI/Polri otomatis mendapat fasilitas gratis naik bus transjakarta. 

Pada kesempatan itu, Basuki mengatakan, ada sekitar 40 tower yang dibangun pihak swasta hingga saat ini. (Baca: Ahok Luncurkan Layanan Transjakarta Gratis bagi Penghuni Rusun Akhir Pekan Ini)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI mengalokasikan anggaran Rp 46 triliun untuk membangun rusun sekelas apartemen tersebut. 

"Pemprov DKI Jakarta ini pengembang terbesar di Indonesia. Kita mesti peduli satu sama lain, tidak perlu lihat warna seragam dan baret," kata Basuki.
Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor: Icha Rastika
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/18/15144271/Ahok.Janji.Bangun.Rusun.Sekelas.Apartemen.bagi.TNI.Polri.

Senin, 23 November 2015

Sibuk 'Sikat' Anggaran Siluman, Ahok Tak Masalah RAPBD 2016 Molor

Sibuk Sikat Anggaran Siluman, Ahok Tak Masalah RAPBD 2016 Molor

Sibuk 'Sikat' Anggaran Siluman, Ahok Tak Masalah RAPBD 2016 Molor


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama sibuk mengevaluasi anggaran dinas yang sudah disusun dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2016 sejak Rabu (18/11) lalu. Akibatnya, perjanjian antara eksekutif dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI pada pekan lalu batal dilaksanakan.

"Mundur beberapa hari enggak apa-apa, saya lembur saja beresin. Terus kalau (sudin dan lain-lain) enggak mau ikut gimana? Ya sudah saya lock, SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) lagi, APBD-P. Yang main-main semua akan saya staffkan tanpa TKD (Tunjangan Kinerja Daerah), saya sudah ancam seperti ini," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).

"Gini karena salah pengertian tentu draft-nya akan kita masukkan lagi yang baru. Mereka tuh enggak sabar sudah ribut, makanya saya kejar (periksa marathon)," terangnya.

Ahok mengaku tidak masalah apabila perjanjian KUA-PPAS DKI 2016 antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Banggar DPRD mundur. Begitu pula dengan rapat pengesahan R-APBD DKI 2016 molor dari waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Ahok gemas dengan langkah anak buahnya yang memasukkan data anggaran dinas secara manual melalui lembaran Microsoft Excel. Padahal dirinya sudah lama meminta agar langsung dimasukkan ke dalam sistem e-budgeting agar otomatis langsung terkunci, sehingga tidak bisa diubah-ubah lagi.

"Kan saya bilang kalau mau bahas sesuatu masukin draft itu enggak boleh manual. Kalau manual kan bisa jadi si-A atau si-B ganti halamannya. Makanya begitu saya sadar mereka manual, saya tahan. Saya periksa dulu, saya ingin bukunya dicetak dari e-planning e-budgeting. Sehingga setiap lembar dalam sistem komputer sudah terkunci dan cetak jam, menit kesekian sudah tidak bisa diganti orang lagi," kata Ahok.

Ahok pun belajar dari pengalaman APBD 2015 yang berjung dengan adanya dua versi laporan anggaran, yakni versi Pemprov DKI dan DPRD DKI. Dia menegaskan tidak ingin lagi mengulang keributan tersebut tahun ini.

Oleh karenanya, Ahok terpaksa mengecek ulang satu per satu mata anggaran dinas. Selain untuk memastikan tidak terselip anggaran siluman juga untuk mengajarkan kepada SKPD setiap dinas dalam menyusun anggaran secara benar.

"Kalau terjadi perbedaan, nanti ngaku-ngaku lagi ini yang asli dan ini yang enggak asli. Kan sudah kejadian 2015, ini versi (DPRD) yang benar dan versi saya yang salah. Orang versi (DPRD) ada UPS saja, dia ngaku yang benar kok. Sekarang saya bukan fitnah lagi, UPS ternyata memang siluman masuk dan tidak (melalui pembahasan) KUA-PPAS," urainya.

Meski demikian oknum-oknum itu ada saja akalnya. Salah satunya dengan mengaku-ngaku telah memasukkan anggaran dalam sistem e-budgeting, namun kenyataannya proses input datanya secara manual.

"Nah, ini lebih pintar lagi kali ini dia ngakunya kan e-budgeting, padahal prosesnya bukan e-budgeting. Kalau enggak sampai selesai sisir (anggaran), saya enggak mau kirim (ke DPRD dan Kemendagri). Saya mau sisir semua yang mayoritas 70-80% sudah saya cek dan saya sudah instruksikan teman-teman harus buang (anggaran yang tidak masuk akal)," sebut Ahok.

Dia mencontohkan sejumlah anggaran tak masuk akal salah satu dinas yang ditemukannya, seperti untuk ATK mencapai Rp 500 miliar dan honor tenaga ahli hingga Rp 600 miliar. Ahok juga kembali menyinggung anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI serta Dinas Kebersihan DKI yang di luar nalar.

"Masa Disparbud bikin festival Kota Tua Rp 10 miliar. Lu mau undang artis apa? Enggak benar gitu loh. Nah, ini mesti kita potong. Terus masa Badan Air (Dinas) Kebersihan, dari Rp 200 miliar meledak jadi Rp 700 miliar. Begitu saya periksa, dia bilang 'Maaf Pak salah ngisi'. Gila, salah ngisi pakai Excel," ujarnya sewot.

"2015 banyak anggaran enggak benar saya lewatin kan, SiLPA begitu besar. Lalu yang 2015 kemarin saya memang sengaja tidak mau sisir karena saya lagi ribut sama DPRD. Kalau ribut sama DPRD terus ribut lagi sama eksekutif, 2 keroyok 1 dong. Kalau ngelawan tuh ya 1 lawan 1 dong, jangan 2 lawan 1 gitu loh. Saya kan bukan Superman," sambung Ahok.

Dia menegaskan keterlambatan itu murni untuk mengevaluasi anak buahnya, bukan dikarenakan tidak sepaham dengan DPRD. "Enggak ada yang enggak sepaham, hanya mereka merasa banyak anggaran yang dihapus kali. Nah, saya enggak tau," pungkasnya. 
(aws/hri)
http://news.detik.com/berita/3077723/sibuk-sikat-anggaran-siluman-ahok-tak-masalah-rapbd-2016-molor

Diperiksa BPK 9 Jam, Ahok: Gila, Ternyata Administrasi DKI Buruk Sekali!

Diperiksa BPK 9 Jam, Ahok: Gila, Ternyata Administrasi DKI Buruk Sekali!

Diperiksa BPK 9 Jam, Ahok: Gila, Ternyata Administrasi DKI Buruk Sekali!


Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) selesai menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ahok menyatakan, banyak informasi baru yang dia dapat.

"Saya justru dapat informasi tentang banyak hal yang tadinya saya tidak tahu. Ini seperti kuliah," kata Ahok usai pemeriksaan di Kantor BPK, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).

Pemeriksaan ini menyadarkan Ahok soal ketidakrapian adminsitrasi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski begitu Ahok tak merinci soal apa saja yang ditanyakan BPK kepada dirinya.
Ahok saat menyambangi Gedung BPK pagi tadi (Danu/detikcom)
"Oh gila juga ya, ternyata administrasi DKI ini buruk sekali. Wah kita dikadalin (selama ini ditipu-red). Maka tadi auditor ngomong sambil mengajari," kata Ahok sambil tersenyum.

Ahok didampingi Kepala Biro Humas dan Kerjasama Internasional BPK Yudi Ramdan dalam momen jumpa pers ini. Keduanya menyatakan materi pemeriksaan adalah rahasia. Yudi menyatakan ada 12 orang auditor BPK yang memeriksa Ahok.

"Pemeriksaan ini, total surat tugas sekitar 12 orang," kata Yudi.

Ahok diperiksa terkait kasus pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. BPK menemukan adanya dugaan kerugian negara ratusan miliar rupiah. 
(dnu/hri)
http://news.detik.com/berita/3078448/diperiksa-bpk-9-jam-ahok-gila-ternyata-administrasi-dki-buruk-sekali

Ahok Bilang : Gila, di Dinas Pendidikan Ada Honor Enam Hari Dibayar Rp57 Juta

ahok444

Ahok Bilang : Gila, di Dinas Pendidikan Ada Honor Enam Hari Dibayar Rp57 Juta


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan bahwa selain Dinas Pertamanan dan Pemakanan, ketidakberesan penyusunan anggaran pada Kebijakan Umum APBD dan Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016 juga terjadi di Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ahok mengungkapkan kalau Dinas Pendidikan DKI masih nekat menyelipkan anggaran untuk membayarkan honor-honor pekerja yang tidak jelas fungsinya.
“Yang masalah kegiatan honornya dimainin, dia masih masukin pakai nama apa tau enggak? Tenaga ahli programer, ternyata itu buat scanner. Anak saya 9 tahun juga bisa lakukan,” jelas Ahok di Balai Kota Jakarta, jumat (20/11).
Di penyusunan KUA-PPAS Dinas Pendidikan itu, Ahok Menuturkan nilai yang diajukan untuk membayar tenaga ahli itu pun sangat fantastis. Dimana, tertera pembayaran gaji tenaga ahli Rp400 ribu dikali satu hari, itu pun masih dikali dengan kegiatan per lokasi.
“Gila kan. Seolah-seolah ini orang ada di semua lokasi, dikali lagi dua kali. Satu orang bisa dibayar kerja empat hari Rp12 juta. Saya bilang gila aja. Ada yang kerja enam hari dibayar Rp57 juta,” ungkap Ahok.
Oleh karena itu, Ahok Menjelaskan dengan gamblang bahwa masih ada upaya yang dilakukan unit kerja pada penyusunan anggaran untuk membodohinya.
“Dia pikir saya nggak pelototin satu-satu sekarang. Terus dia jawabnya apa? Oh iya Pak, salah Pak. Terus saya tanya berarti tahun lalu juga sama dong ada? Tahun lalu sudah nggak kita pakai, Pak. Ya sudah santun lah jawabnya,” kata Ahok.
Oleh karena itu, Ahok mengaku telah mencoret semua anggaran fiktif yang berpotensi penggelembungan anggaran yang masih diupayakan dimainkan anak buahnya pada KUA-PPAS 2016.
“Udah gue coretin semua, ngaco,” imbuh Ahok.

Source : http://www.aktualpost.com/2015/11/ahok-bilang-gila-di-dinas-pendidikan-ada-honor-enam-hari-dibayar-rp57-juta/

Sabtu, 21 November 2015

7 Ciri Unik Ahok Sebagai Gubernur DKI!

7 Ciri Unik Ahok Sebagai Gubernur DKI!

7 Ciri Unik Ahok Sebagai Gubernur DKI!

Baru kali ini secara realita kita menyaksikan ada seorang Gubernur yang hampir setiap hari dikerumuni oleh wartawan, kepopulerannya melebihi selebriti atau artis-artis yang terkenal. Baru kali ini juga kita menyaksikan ada seorang Gubernur yang segala kegiatan dan hasil perkerjaannya baik yang cemerlang dan gemilang selalu mendapat sorotan dan kritikan orang-orang yang tidak suka padanya. 

Baru kali ini pula kita menyaksikan ada seorang Gubernutr yang berani menampilkan semua pekerjaannya ke dalam video youtube dan boleh disaksikan oleh orang banyak, dan herannya baru kali pula kita menyaksikan bahwa setiap rapat yang dipostingkan di youtube disaksikan oleh banyak orang dan beberapa kali di atas satu juta orang yang menyaksikannya. Padahal acara rapat adalah acara yang paling tidak disukai, itu sebabnya tidak heran kita menyaksikan para pejabat negara yang tertidur di dalam ruang rapat. 

Rasanya kepentingan “politik” bisa membuat mata seseorang menjadi buta dan mati rasa, ia tidak bisa melihat dan merasa senang terhadap keunggulan lawan, ia bahkan merasa sangat senang jikalau lawannya terkapar. Seorang penulis berkata, “seorang pemimpin tidak wajib menyenangkan semua orang”. 

Orang yang wajib menyenangkan semua orang itu pangkatnya bawahan, kerjanya menyampaikan berita dan cerita ABS, Asal Bapa Senang. Itu berarti sosok Ahok sebagai seorang Gubernur di DKI apabila ada banyak pihak oknum dan kelompok yang tidak senang kepadanya lumrah saja, tidak ada yang istimewa. Setahun Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menjabat Gubernur telah mewarnai sejarah kota dan pemerintahan Jakarta. Mari kita coba lihat gebrakan unik apa saja yang dilakukan Ahok? 

1. Ahok satu-satunya Gubernur yang ada Pura-Pura Gilanya Ahok sendiri yang berkata bahwa setiap pagi dia harus minum pil karena ada penyakit gilanya, walaupun sesungguhnya kita tahu hal ini merupakan seloroh, tetapi Ahok ingin merepresentasikan apa yang dikerjakan untuk menata ibu kota dengan cara yang unik. Cara yang digeluti Ahok adalah cara yang lurus, transparan, jujur dan bersih, hal iniu yang tidak biasa dilakukan oleh sebagian anak buahnya pada masa-masa lalu. Kadang dalam menjalankan ini dia harus memakai nada emosi alias marah dengan intonasi yang tinggi. Meluap-luapnya kemarahan Ahok membuktikan bahwa dalam menjalankan tugas Ahok, ia ingin semua bawahannya menjalankan tugas membangun negara ini dengan rasa “self of belonging”, ada rasa memiliki; artinya jikalau kerja maka harus kerja dengan disiplin, tegas, jujur dan bertanggung-jawab. Rasakan semuanya ini seperti mengerjakan usaha sendiri, jadi kerjakanlah yang terbaik, tidak dengan main-main apalagi mencari keuntungan sendiri. Tidak sia-sia apa yang diperjuangkan Ahok, baru-baru ini pennulis membaca di media sosial ada orang yang hendak mengurus sertifikat tanah, jikalau masa lalu diperkirakan butuh dana dua juta dan waktu yang lama, maka sekarang ini hanya butuh Rp 50 ribu dan seminggu suratnya sudah diterima. 

2. Ahok satu-satunya Gubernur yang memiliki tandingannya Heran juga ada orang pada jaman ini mau saja seseorang yang dewasa dibuat menjadi lelucon, mengapa dikatakan begitu?. Secara resmi Ahok berkuasa menjadi Gubernur DKI dilantik oleh Presiden 19 November 2014, namun berselang dua atau tiga minggu begitu muncul pula seorang Gubernur tandingan dari sebuah organisasi massa. Mereka “melantik” salah seorang anggotanya menjadi “Gubernur Tandingan” untuk melawan Ahok. Rasanya yang beginian hanya terjadi di negara Indonesia, dagelannya seperti anak-anak waktu kecil main boneka-bonekaan, lalu menjadi ibu guru, dokter, nah yang ini menjadi gubernur. “Menurut Luthfi Hakim dari Anggota Presidium Penyelamat Jakarta dan Ketua Forum Betawi Rempug menyatakan Koordinator Gerakan Masyarakat Jakarta Fahrurrozi Ishak terpilih sebagai Gubernur Jakarta. Dengan demikian setelah Fahrurrozi terpilih jadi Gubernur, Ahok tak lagi punya legitimasi menduduki kursi jabatan sebagai pemimpin Jakarta. Demikian klaim Luthi Hakim, depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin, 1 Desember 2014.Jadi masyarakat dihimbau tidak lagi menerima kehadiran Ahok, jika dia datang ke kampung-kampung.”(iberita.com). 

3. Ahok satu-satunya Gubernur yang memimpin dengan Gaya Preman Ahok memimpin Jakarta dengan sedikit gaya Premannya, bahkan ia mengaku dirinya adalah “Kepala Preman Resmi” , dengan demikian maka tidak heran semua yang tidak beres akan diberantas termasuk mafia dan preman di tanah Abang dan lain-lainnya. Kehidupan di Jakarta begitu keras sehingga membuat orang berjuang mati-matian hendak bertahan hidup, namun tatkala ada orang atau kelompok yang mengambil kesempatan dan keadaan ini khususnya untuk menperkaya diri dengan cara menekan orang lain, maka orang-orang ini akan menjadi sasaran empuk bagi Ahok. Ahok berani menutup diskotik yang terkenal di Jakarta, yang konon cerita diskotik itu banyak backingnya, namun dengan gayanya ia berhasil menutup tempat itu. Hal inilah bertambah kepopuleran Ahok. Ahok bukan hanya popular di Jakarta, namun seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Saat Ahok berada di Belanda dan Singapore ia disambut seperti seorang selebriti terkenal. Kekaguman dunia terhadap Ahok tentu menjadi kebanggaan “teman-teman Ahok dan sekaligus bertambah boomerang bagi yang sentiment padanya. Seorang teman punulis berkata demikian “ Sayang ya saya tidak punya KTP Jakarta, jika ada saya juga pengin sekali mendagi teman Ahok.” 

4. Ahok satu-satunya Gubernur yang menantang siapa saja yang korupsi Kewibaan orang yang hendak memberantas korupsi harus dimulai dari diri sendiri, itu sebabnya secara transparan Ahok memaparkan sejumlah harta kekayaannya di website dan dapat dilihat orang secara umum (lihat www. ahok.org) . Tatkala penyusunan APBD DKI tahun ini, Ahok mendapati adanya keganjilan dari berbagai sector, itu sebabnya ia sempat ngotot dan berargumentasi pada pihak DPRD DKI yang di duga ada oknum yang mempermainkan anggaran yang disebut dana siluman, terutama masalah UPS yang harganya hingga 12 triliun dan persoalannya belum selesai hingga hari ini. Gara-gara masalah ini, Ahok juga sempat di hak Angketkan oleh DPRD DKI, namun kebenaran tetaplah kebenaran, sehingga ia tetap saja berkuasa hingga hari ini sudah setahun lamanya. Kebenaran itu tidak bisa diganngu gugat. Sebuah durian asli, kita boleh saja sebut sebagai Semangka, Mangga atau Manggis, tidak soal, tetapi ingat realitanya durian tetaplah durian. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kejahatan adalah dengan kebenaran, dan Ahok sang Gubernur DKI berpotendi untuk hal itu. 

5. Ahok satu-satunya Gubernur yang memberi makan pada Pendemo Gubernur DKI Jakarta Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) akan mempersiapkan keperluan para pendemo, mulai dari toilet, ambulan, termasuk nasi kotak atau nasi bungkus. Waktu itu pada pelaksanaanya para pendemo akan diarahkan ke kawasan Monumen Nasional (Monas). Seperti diketahui, puluhan ribu buruh menurut rencana akan menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik di Jakarta. Salah satu sasaran demo para buruh adalah Istana Merdeka. Menurut Ahok, pihaknya akan menerapkan konsep penertiban demo seperti di London, Inggris, yaitu dengan menjadikan salah satu lokasi untuk menampung para pengunjuk rasa. Bagi Ahok unjuk rasa mengeluarkan pendapat boleh saja, asal menuruti aturan, tidak sembarang. Negara kita adalah negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri. Ada peraturan untuk unjuk rasa, harus ada ijinnya, dan tempat tertentu dengan tidak merusak fasilitas kota Jakarta. 

6. Ahok satu-satunya Gubernur yang paling banyak orang memusuhinya Mertuanya sempat minta Ahok mamakai baju anti peluru, karena takut dicelakakan oleh “musuhnya”. Sebenarnya Ahok ini “tidak punya musuh”, orang akan memusuhi Ahok karena kepentingannya terganggu. Pengusaha yang tadinya teman baik Ahokpun barang kali akan menganggap Ahok sebagai musuh bila kepentingannya terganggu. Tadinya perusahaan mereka mendapat keuntungan banyak karena lari dari pajak, sekarang Ahok memperketat itu, maka keuntungan menjadi sedikit, jadilah mereka bermusuhan pada Ahok.  Pemindahan penduduk dari rumah-rumah mereka yang di bantaran sungai berserta mereka yang di kampung pulo mendapat hasutan dari lawan politiknya sehingga terjadi sedikit kegaduhan, namun tujuan Ahok adalah supaya penduduk Jakarta yang miskin itu lebih sejahtera, bukan untuk mencelakan mereka. Buktinya mereka dipindahkan dari rumah yang kumuh ke rumah susun setara dengan apartement di Jakarta. Dalam menjalankan tugas Ahok hanya taat pada konstitusi, itu sebabnya jangan coba-coba mengadakan kolusi padanya. Belakangan banyak orang yang mengaku sebagai teman Ahok, bagi Ahok Teman yang paling dekat padanya (temanahok.com) sekalipun, tidak akan dibela jika mereka melanggar konstitusi. Ahok mau berdiri dan melaksanakan tugas berdasarkan aturan, kiranya yang mengaku teman-teman Ahok maklum, jangan menyusahkan Ahok, taatlah pada peraturan dan Undang-Undang. 

7. Ahok satu-satunya Gubernur yang paling sibuk di dunia Kesibukan Ahok menjadi Gubernur terlihat, sebab hasil kerjanya sangat agresif dan progresif. Mari kita buka mata lebar-lebar, ada banyak perubahan terjadi di Jakarta dalam satu tahun ini, walupun lawan politiknya selalu mengatakan beliau gagal karena mereka pura-pura tidak melihatnya. Tujuan lawan politik adalah mencemooh itu sudah biasa, justru kita merasa aneh jika si lawan politik itu memuji-muji. Perlu kebesaran hati dan kejujuran jika sang lawan itu dipuji. 

Coba bandingkan saja, penonton dan pemain sepakbola, biasanya penonton itu selalu mengkritik pemain sepak bola; padahal penonton itu sendiri belum tentu bisa main bola. Kesibukan Ahok menjalankan tugas sesuai penuturannya kadang tengah malam bangun juga mengecek keadaan Jakarta, membuktikan bahwa ia tidak main-main memperjuangkan kemajuan kota Jakarta. Walaupun dalam menjalankan tugas ini ada orang-orang yang tidak senang pada dia, karena mereka tidak biasa kerja dengan sungguh-sungguh. 

Setahun Ahok berjabat menjadi Gubernur, nilai raportnya pasti mendapat nilai bagus, tetapi tetap saja ada seorang “musuh bebuyutannya” berkata nilainya 5,5. Terserah mau dinilai berapa sebenarnya tidak soal, toh Ahok tidak berambisi untuk hal ini. Penulis hampir berkesimpulan bahwa sebenarnya bagi sosok Ahok jabatan itu baginya tidak begitu penting asal seseorang mau bekerja dengan hati yang tulus dan murni, jujur untuk negara ini. Jikalau Ahok berambisi terhadap jabatan tersebut maka ia bisa saja dalam priode pertama ini menyenangkan semua pihak, mengambil hati orang banyak supaya priode ke depan terpilih lagi. Namun integritas orang ini tidak seperti ini, baginya jabatan tidak penting asal ia berani membeberkan kesalahan dan menjalankan kebenaran dalam tugas dan tanggung-jawabnya. Ahok tidak mau menjual integritas dirinya untuk menggantikan dengan jabatannya. Ahok benar-benar ingin supaya Jakarta dan khususnya Indonesia lebih maju.   Medio Nov 19 2015 Saumiman Saud | Ilustrasi: Koleksi Pribadi


Saumiman Saud

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/saumiman/7-ciri-unik-ahok-sebagai-gubernur-dki_564fafac8f7a61080d8ab435

Jumat, 05 Juni 2015

Ahok dan Dirut PLN Terima Penghargaan Anti Korupsi

Ahok dan Dirut PLN Terima Penghargaan Anti Korupsi



Ahok dan Dirut PLN Terima Penghargaan Anti Korupsi

Jakarta - Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) memberikan penghargaan anti korupsi kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Dirut PLN Nur Pamudji. Kedua tokoh ini dianggap berperan aktif dalam melawan korupsi.

"Kalau saya diberikan ini karena kiprah saya di DKI Jakarta, seharusnya Pak Jokowi yang pantas terima ini. Tapi dewan juri bilang kalau Pak Jokowi sudah terima penghargaan ini tiga tahun lalu, jadi ya terpaksalah saya terima penghargaan ini," ujar Ahok dalam sambutannya saat Malam Penganugrahan Bung Hatta Anti-Corruption Award 2013 di Graha Niaga, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013) malam.

Ahok menyatakan bahwa tindakannya tersebut biasa-biasa saja sehingga ia merasa tidak layak mendapatkan penghargaan. Dirinya merasa hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

"Ini kan konyol, masa saya hanya melakukan tugas seperti yang seharusnya tetapi kemudian malah dikasih penghargaan? Kan seharusnya penghargaan diberikan jika melakukan pekerjaan selain pekerjaan yang semestinya dia lakukan," tuturnya.

Senada dengan Ahok, Dirut PLN Nur Pamudji pun merasa bahwa ia hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Namun hal inilah yang dirasa telah jarang dilakukan orang sehingga ia pun diganjar penghargaan.

"Penghargaan ini menurut saya bukan semata-mata untuk saya pribadi, tetapi kepada seluruh jajaran PLN dan juga Tim Inti 'PLN No Suap' yang kebetulan semua saya ajak ke sini," tuturnya.

Ia pun memaparkan bahwa menurutnya terdapat tiga macam korupsi yang sering menggoda pegawai PLN. Pertama adalah korupsi kecil yang berkaitan dengan pelayanan, seperti petugas meminta uang tambahan kepada pelanggan ketika pelanggan hendak menambah jaringan.

"Kedua adalah yang terkait dengan pengadaan barang yang pada akhirnya dapat memunculkan gratifikasi. Dan yang terakhir adalah korupsi besar yang sebenarnya hampir tidak terlihat seperti korupsi karena berlindung pada payung hukum yang jelas seperti yang terkait dengan anggaran," paparnya.

Dewan juri yang melakukan penilaian yakni Betti Alisjahbana, Achmad Santosa, Agung Pambudhi, Rikard Bangun, dan Luky Djani. Seluruh dewan juri sepakat bahwa untuk tahun 2013 kedua tokoh dinilai telah mampu secara tegas melawan korupsi dan membawa serta jajarannya dalam institusi untuk tidak terlibat korupsi.

"Kalau Pak Ahok kami melihat terobosannya salah satunya adalah rapat anggaran yang diunggah di YouTube, dan Pak Nur dengan program 'PLN No Suap'-nya. Keduanya adalah ide brilian yang melawan korupsi," ungkap salah seorang juri, Betti Alisjahbana.

Source : http://news.detik.com/read/2013/11/01/001920/2401157/10/ahok-dan-dirut-pln-terima-penghargaan-anti-korupsi

Sabtu, 06 Desember 2014

Wujudkan Jakarta Smart City, Ahok "Beli" Google Enterprise Rp 3 Miliar


Alsadad Rudi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama didampingi Sekretaris Daerah Saefullah saat akan hendak memulai kegiatan bersepeda dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng menuju Bundaran HI, Minggu (30/11/2014)

Wujudkan Jakarta Smart City, Ahok "Beli" Google Enterprise Rp 3 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin menjadikan Jakarta sebagai kota pintar atau smart city pertama di Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng sejumlah perusahaan teknologi dan memperluas kerja sama dengan Google. Bahkan, orang nomor satu di Jakarta itu siap mengucurkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk membeli Google Enterprise.

"Murah, kita cuma habis Rp 3 miliar, kita beli Google Enterprise. Kita update terus dari Google. Kita beli (Google) Map-nya itu Rp 3 miliar. Selamanya punya kita. Jadi, enggak ada lagi keluar duit, semua aktivitas kelihatan semua," ujar Basuki, di Balaikota, Selasa (2/12/2014).

"Kami percaya Jakarta akan menjadi smart city pertama di Indonesia. Sebagian besar area akan diliputi fiber optik. (Jaringan) 4G sudah akan mulai dan Jakarta juga akan dilengkapi banyak CCTV," katanya lagi.

Nantinya, kata Basuki, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diwajibkan "melek" smartphone dalam rangka mendorong Ibu Kota menjadi smart city. Para pejabat Pemprov DKI Jakarta juga diminta menggunakan aplikasi khusus dan harus melaporkan kegiatan mereka per hari.

"Selain berfungsi sebagai alat merespons laporan warga secara real time, aplikasi ini juga memudahkan untuk melacak posisi para pegawai sehingga tak bisa mangkir dari tugas," ucapnya.

Basuki juga mencanangkan jaringan 4G untuk CCTV di Jakarta. Rencananya akan dipasang sebanyak 3.000 CCTV di ruas jalan utama Ibu Kota. "Nantinya, semua aktivitas pegawai, ambulans, pemadam, alat berat kami, semua bisa di-tracking. Dia kerja di mana dan jam berapa. Masyarakat bisa bantu (pantau)," ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta Agus Bambang S menambahkan, nantinya akan ada sosialisasi penggunaan aplikasi buatan lokal bernama Qlue yang bisa di-download di Google PlayStore.

"Ini aplikasi untuk pelaporan warga. Misalnya, kamu motret sampah, terkirim informasinya beserta lokasi. Para pegawai kami juga punya aplikasi khusus untuk menerima laporan. Nah, ketika itu muncul, langsung direspons. Petugas yang berada di wilayah terdekat harus langsung bergerak," katanya.

Ia menambahkan, semua lurah di Jakarta akan dikumpulkan pada 12 Desember mendatang untuk menyosialisasikan penggunaan aplikasi Qlue. "Kami menargetkan Januari tahun depan semuanya sudah memanfaatkan aplikasi ini," ujarnya.
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Sumber: BeritaJakarta.com

Source : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/03/09101321/Wujudkan.Jakarta.Smart.City.Ahok.Beli.Google.Enterprise.Rp.3.Miliar

Selasa, 02 Desember 2014

Ketua RT yang Men-"tweet" #Banjir Akan Dibayar Gubernur Ahok

Ketua RT yang Men-
Gubernur DKI Jakarta blusukan mengecek kesiapan banjir di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2014). 
Ketua RT yang Men-"tweet" #Banjir Akan Dibayar Gubernur Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan memberikan bayaran kepada ketua RT yang memberikan laporan banjir melalui jejaring sosial Twitter. Hal ini untuk memudahkan dia mendapatkan laporan soal banjir hingga ke tingkat RT.
"Kita sudah punya satu sistem tweet, dari Google, contoh, katakanlah, kalau dia mau gaji RT/RW Rp 900.000, misalnya ya sudah sehari kamu kira-kira tweet tiga kali, satu kali tweet Rp 10.000," ujar pria dengan sapaan akrab Ahok ini saat peluncuran PetaJakarta.org. [Baca: Atasi Banjir di DKI, Setiap Rumah Mestinya Punya Serapan Air]
Tweet yang berkaitan dengan banjir tersebut akan diteruskan ke sebuah sistem PetaJakarta.org. Sistem itu dapat memetakan tweet sekaligus menyediakan informasi terbaru secara langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta guna penanganan secara cepat pada saat darurat banjir.
Sistem tersebut merupakan kerja sama antara Fasilitas Infrastruktur SMART dari Universitas Wollongong Australia, dengan Twitter Inc., dan BPBD DKI Jakarta.
Ahok mengatakan, ketua RT dapat memberikan laporan kondisi banjir di wilayahnya. Sistem ini akan diterapkan pada Desember 2014. [Baca: Ahok: Enggak Usah Pakai Sirene, Masalah Kita Itu Kenapa Genangan Begitu Banyak]
"Kan RT itu sekarang masalah tuh dikasih uang operasional ribut. Pertanggungjawabannya pusing. Gaji enggak mungkin. Jadi sekarang kita ubah, RT/RW akan kami bayar kalau dia mengirim berita ke sistem kami," kata Ahok.
Selain itu, jutaan pengguna Twitter di Jakarta juga dapat berpartisipasi melalui perangkat seluler mereka dengan tiga langkah mudah, yaitu mengaktifkan "location services" atau tambah geostag dengan mengeklik simbol pin pada saat membuat tweet.
Kemudian mengambil atau menambah foto dengan mengeklik simbol kamera. Selanjutnya tweet dikirimkan ke @petajkt dengan tagar #banjir dan deskripsi singkat dari situasi banjir.

Source : http://wartakota.tribunnews.com/2014/12/02/ketua-rt-yang-men-tweet-banjir-akan-dibayar-gubernur-ahok

Kamis, 27 November 2014

Ahok: Bu Mega Bilang Tak Benar Boy Calon Wakil Saya

Kilas Balik Ahok, Gubernur Baru Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 19 November 2014 hingga 2017. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ahok: Bu Mega Bilang Tak Benar Boy Calon Wakil Saya

Hingga hari ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atauAhok masih belum menunjuk Wakil Gubernurnya untuk mendampingi dirinya.

Selain bertemu Jokowi untuk mencari sosok Wagubnya, Ahok juga bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri di kediamannya. Tak sia-sia, usai bertemu denganMega, dirinya pun mengatakan anak kandung Presiden pertama Indonesia, Sukarno itu tidak pernah meminta Boy Sadikin mendampinginya.

"Saya tadi minta waktu sama ibu Mega, kan saya dekat secara pribadi dengan beliau. Soal PDIP mengusulkan satu nama, Boy Sadikin, beliau mengatakan hal tersebut tidak benar. Beliau kan negarawan, mana ada urusannya kan. Ibu Mega sudah menyerahkan namanya kepada saya," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Karena itu, dirinya merasa lega dan sudah mengantongi sejumlah nama. Ketika ditanya siapa saja yang dicalonkan menjadi wagub DKI, Basuki enggan menyebutkan nama-nama tersebut.

Dia hanya memberikan petunjuk cawagub yang akan diajukannya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah orang yang pernah disebut-sebut olehnya setiap ditanya oleh wartawan.

“Kalian juga sudah tahu saya mau siapa. Dari dulu sudah disebutin. Cuma minus artis saja ya. Pokoknya saya sudah sebutkan beberapa nama calon yang saya mau jadi wakil saya. Nah bukan berarti cuma Bu Yani, ada beberapa nama,” jelasnya.

Diketahui, Ahok selalu menyebutkan tiga nama saat ditanya calon kuat wagub yang akan mendampinginya.

Antara lain, mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat dan mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono.

Nama pejabat terakhir yang sempat masuk dalam bursa cawagub dan hingga saat ini sangat ramai dibicarakan publik adalah mantan Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani (Yani).

Diakuinya, nama-nama cawagub tersebut telah disampaikan kepada Megawati juga. Bahkan, Megawati menanyakan alasan kenapa dirinya memilih dan mengusulkan mereka menjadi cawagub yang akan mendampingnya. (Ali)

Source : http://news.liputan6.com/read/2139901/ahok-bu-mega-bilang-tak-benar-boy-calon-wakil-saya

Ahok Minta Restu Megawati Pilih Cawagub Nonparpol

Senyum Ahok saat Dilantik Jadi Gubernur
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan ucapan selamat kepada Basuki Tjahaja Purnama usai acara pelantikan Gubernur di Istana Negara, Rabu (19/11/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ahok Minta Restu Megawati Pilih Cawagub Nonparpol

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hingga kini belum memiliki wakil. Ia mengaku telah meminta restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memilih sendiri siapa calon wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta.

Meski meminta restu, Ahok menegaskan, yang diajukannya adalah orang dari kalangan profesional. "Saya sudah mengajukan profesional ke Bu Mega," ujar Ahok pada Pembukaan Rakergur Forum Kerjasama Daerah MPU XIV di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Ketika ditanya siapa calon wagub yang diajukan ke Megawati, Ahok masih merahasiakannya.

Namun saat ditanya keinginannya mencalonkan Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sarwo Handayani sebagai wagub, dirinya menegaskan sudah menyampaikan usulan tersebut berkali-kali kepada Megawati. Namun belum ada tanggapan apa pun dari anak proklamator kemerdekaan Indonesia, Bung Karno itu.

"Saya sih sudah berkali-kali ngomong dan mengajukan Bu Sarwo Handayani yang lebih cepat kerjanya dan sudah ngerti. Tanggapan beliau waktu itu sih senyum-senyum saja. Tapi nggak tahu deh," ujar dia.

Basuki mengetahui Megawati sudah merestui Boy Bernadi Sadikin menjadi calon wagub DKI dari PDI-P. Tetapi mantan anggota DPR ini bersikukuh hak memilih calon wagub ada ditangannya sebagai Gubernur DKI. Hal itu berdasarkan aturan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

"Itu kan restu partai. Ya boleh saja merestui. Tapi kan untuk memilih haknya gubernur berdasarkan Perppu," pungkas Ahok.

Source : http://news.liputan6.com/read/2139844/ahok-minta-restu-megawati-pilih-cawagub-nonparpol#

Kamis, 20 November 2014

Curhat Ahok kepada JK: Ternyata Blusukan Itu Capek, Haus Lagi

Curhat Ahok kepada JK: Ternyata Blusukan Itu Capek, Haus Lagi
Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima ucapan selamat dari stafnya setibanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2014). Ahok resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara beberapa jam sebelumnya. Warta Kota/Henry Lopulalan 
Curhat Ahok kepada JK: Ternyata Blusukan Itu Capek, Haus Lagi

 Basuki Tjahaja Purnamasempat berbincang dengan wakil presiden Jusuf Kalla usai dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Rabu (19/11/2014).
"Saya sempat ngobrol dengan Pak JK (Jusuf Kalla). Saya bilang ternyata blusukan itu capek, haus lagi. Setelah itu nggak ada minuman dingin lagi di mobil," ungkap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/11/2014).
Ahok sebelum dilantik jadi gubernur, Selasa (18/11/2014) sempat melakukan blusukan dengan meninjau sejumlah tempat untuk melihat kesiapan Jakarta dalam menghadapi puncak musim penghujan. Ia harus berjalan saat terik matahari dan harus melihat berbagai alat untuk antisipasi banjir serta pembangunan sodetan.
Meskipun kini sudah menjadi gubernur, Ahok akan menyesuaikan waktu blusukan sesuai kebutuhan.
"Kita untuk cek lapangan disesuaikan, kalau diperlukan kita kasih (tinjauan langsung)," ujarnya.
Basuki Tjahaja Purnama dilantik Presiden Joko Widodo menjadi gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Rabu (19/11/2014). Usai dilantik, Ahok langsung menempati ruang kerja gubernur. Selain itu, ia pun mengungkapkan bahwa dia akan merombak besar-besaran pejabat dari eselon dua hingga empat yang dianggap kinerjanya tidak baik.

Source : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2014/11/20/curhat-ahok-kepada-jk-ternyata-blusukan-itu-capek-haus-lagi