Latest News

Jumat, 15 November 2013

Menanti tuah papan sakti Norwegia hadang banjir Jakarta


Menanti tuah papan sakti Norwegia hadang banjir Jakarta


Berbagai cara dilakukan Pemprov DKI agar banjir besar tak menerjang ibu kota. Selain menyiapkan pompa dan menormalisasi sungai dan waduk, Pemprov kali ini membeli sebuah papan anti-air dari Norwegia. Satu papan harganya cukup mahal, sekitar Rp 15 juta.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Pemprov tak lagi menggunakan cara konvensional seperti karung pasir untuk membuat tanggul penahan banjir. Dengan papan itu, Ahokberharap banjir besar tak terulang kembali.

Untuk merealisasikan pembelian ini, Ahok sudah bertemu dengan Staf Kedutaan Besar Norwegia dan Perusahaan Aqua Fence. Ahokmengaku tertarik dengan teknologi yang diproduksi Aqua Fence itu.

"Dalam presentasi orang Norwegia tadi, kalau air sudah melewati tanggul mereka tahan pakai papan-papan khusus. Itu agar tanggul tidak jebol. Ukuran satu papan 1 x 2 meter dan harganya sekitar Rp 15 jutaan," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (13/11).

Lebih lanjut Ahok menerangkan, pihak Norwegia sudah mengimpor untuk papan khusus penahan air tanggul itu. Ahok mengaku sudah meminta katalog produk dari perusahaan itu, biar bisa memesan yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanggul-tanggul di Jakarta.

Sedangkan untuk pembiayaan, Ahok merencanakan akan menggunakan sistem kerja sama dengan BUMD. Menurut Ahok , papan itu jauh lebih bagus ketimbang karungan pasir yang masih bobol saat air menerjang.

"Katanya mereka sudah impor produknya. Kalau kita mau beli barang, minta katalog dulu. Untuk pembiayaan nanti kita ikutkan BUMD. Daripada pakai karungan pasir susah nutupnya," kata Ahok.

Papan sakti ini juga bisa digunakan di sekolah-sekolah dan fasilitas umum seperti di rumah sakit. Papan-papan itu akan dipasang melingkar agar jika terjadi banjir aktivitas sekolah dan rumah sakit tetap berjalan.

"Bagus sekali. Jadi papan itu anti-air bisa mencegah sekolah banjir. Waktu kena hantaman air, papan itu bisa menahannya dengan bantuan kawat besi dan ada klepnya. Jika papan tertekan air, ya tidak bisa bocor, asal bawahnya rata," kata Ahok .

Ahok mengatakan, meski mahal, beberapa negara yang rawan banjir sudah menerapkan papan sakti seharga Rp 15 juta per papan tersebut. Dia menuturkan, papan tersebut sangat berguna sekolah dan rumah sakit.

"Kalau di sini, bisa kita pasang di sekolah dan rumah sakit yang untuk tolong orang. Dan barang itu bisa dipindah-pindahkan. Bisa dibuka, dipindahkan lagi. Kalau pakai karung pasir kan langsung habis. Nah papan ini bisa diangkut-angkut pakai helikopter kan ada boksnya. Jadi lebih cepet tanganin banjirnya," jelas dia.

Ahok mengatakan alat ini dapat digunakan jika situasi banjir sudah mendesak. Seperti peristiwa tanggul jebol di Kanal Banjir Barat (KBB), Jalan Laturharhary. Sebab bisa dipakai untuk menahan air supaya tidak masuk ke jalan.

"Jadi saat sungai enggak sanggup menampung dan air menuju jalan, nah papan itu dipasang di jalan supaya air tidak masuk ke jalan. Itu menarik sekali sistemnya. Jadi sambil ada yang melakukan penanganan," ujarnya.

Pencegahan banjir memasuki ruang sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, selain kerugian non-materil, seperti tidak dapat bersekolah, juga menyebabkan kerugian materil yang tidak sedikit.

Di Indonesia, kerugian material yang dialami sekolah akibat bencana banjir mencapai USD 55 miliar per tahunnya.

Source : merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar